Sabtu, 30 April 2011

TAMU AGUNG

TAMU AGUNG

 









Tepat pada tanggal 18 April 2011 pukul 8.45 keluarga mendapatkan tamu agung. Tamu agung yang telah ditunggu dan dipersiapkan jauh –jauh hari. Tepatnya 9 bulan kami sekeluarga menunggu menyipakan kedatangan tamu agung tersebut. Ya hari yang melelahkan. Tapi alhamdulilah dengan kesabaran dan ketulusan tamu agung tersebut sudah hadir dihadapan kami sekeluarga.

Akhirnya hari yang ditentukan datang juga , kebetulan kami hanya berdua yang menyambut tamu agung tersebut.tepatnya di tempat klinik Bidan ibu Suwarti Selang Wonosari. Setelah sempat menunggu 8,5 jam tempat bidan ibu warti akhirnya tamunya datang juga.

Tamunya dengan ciri-ciri sebagi berikut: secara fisik perempuan,berat 2.9 kg , tinggi 49 cm dengan wajah bulat berkulit kuning langsat, berambut lurus dan pada waktu datang. Subhanallah nangisnya kenceng banget dan kami sambut dengan lantunan takbir memuji kebesaran allah.

Setelah menunggu kurang lebih 8 jam tamu kecil tersebut baru bisa  diajak pulang kerumah kami. Dirumah tamu tersebut disambut oleh keluargaku yang lain : oza, ira simbahnnya dan tetangga tetangga yang lain ,

Setelah satu minggu tinggal dirumahku, tamu kecil tersebut kami beri nama ghaida hanin yang artinya kurang lebih anak perempuan yang anggun dan berhati lembut, kami potongkan 1 ekor kambing untuk disate, digulai dan ditongseng dan dibagikan kepada tetangga, dan handai taulan.

Akhirnya tamu agung tersebut menjadi keluarga kecilku. Menemani oza, ira dan kami berdua . besar harapankku untuk anakku yang ketiga ini . Semoga bisa menghiasi rumah kami dengan celoteh dan tawanya. Dan bisa mengharumkan nama keluarganya dan bisa berguna bagi semua.
 

Jumat, 29 April 2011

TIPS MENGAJAK BUAH HATI BEPERGIAN

anak-anak, kadang ada kala lucu, kalau nyeletuk juga membuat kita ketawa tapi kadang malu-maluin. Tapi kadang membuat kita dibuat geleng-geleng kepala karena ulah anak kita. Dan memang dalam pepatah jawa yang kondang sampai sekarang bahwa anak polah bopo kepradah. Tingkah laku yang dilalukan akan kita kita ,kadang yang menanggungnya adalah orang tua.

Kalau mengkondisikan anak pada waktu dirumah mungkin tidak serepot apabila anak kita kita ajak untuk bepergian. Apalagi jika bepergian yang kita lakukan agak jauh atau naik angkutan umum. Mending kalau bepergiannya pakai kendaraan pribadi itu agak sedikit menolong.

Tapi jangan khawatir, ada tips yang bisa kita lakukan untuk menyiasati supaya anak kita bisa kita atur pada waktu kita ajak berpergaian. Ini adalah tips-tips yang mungkin bisa membantu apabila kita berperian mengajak anak kecil:
  1. Bawa mainan
Hal ini penting untuk membantu anak supaya dalam perjalanan tidak bosan,kita bawakan beberapa mainan yang paling disukai anak dari rumah. Tidak perlu semua mainan dibawa tapi yang paling disukai. Bisa mobil-mobilan, boneka , puzzle atau buku cerita
  1. Bawa Makanan dan Minuman
Ketika kita mengajak anak kita yang masih kecil, kita pastikan bahwa kita mempersiapkan logitik buat anak pada saat perjalanan. Logistik bisa makanan ataupun camilan yang disenangi anak.
  1. Bawa Pakaian
Anak sangat tidak suka jika kondisi badannya kegerahan , karena panas atau perjalanan jauh anak berkeringat , kemudian jadi lembab sehingga anak mudah sekali menjadi gelisah karena kondisi tedak enak. Dalam situasi yang seperti ini kita sebagai orang tau dengan cepat tanggap untuk mengganti pakaian yang telah basah dengan keringat diganti dengan yang masih bersih.
Demikian tadi tips-tips yang mungkin bermanfaat ketika kita membawa buah hati kita bepergian . semoga bermanfaat.


PANGGUNG SANDIWARA



Sudah banyak pelajaran yang kita dapat kan dari sejarah kehidupan manusia. Baik itu yang terdokumentasikan maupun cerita yang mengalir dari mulut ke mulut yang menjadi buah bibir dimasyarakat. Banyak pelajaran yang kita dapat kan dari cerita kehidupan masyarakat.
Ceritannya beragam, mulai yang biasa-biasa saja sampai drama yang berakhir sedih ataupun bahagia. Ini merupakan sebuah episode yang memang sudah di gariskan dalam sejarah yang telah digariskan manusia .

Kita manusia ini hanya sadermo ngalakoni apa yan sudah tersurat disana. Tidak perlu berkeluh kesah menghadapi apa yang sekarang kita jalani saat ini. Hari ini kita tinggal menjalani suratan takdir yang diamankan pada diri kita.

Ibarat sebuah pertunjukan kita menjapi pemain yang melakukan lakon sperti apa yan telah diskenariokan.Kadang lakon kita menjadi lakon yang dipuja-puja atau kadang  sebaliknya.

Kadang lakon kita menjadi penguasa tetapi suatu saat kita menjadi rakyat jelata yang akan manut kepada penguasa.Biacara kekuasaan itu hanya masalah waktu dan kesempatan . Tidak perlu diperebutkan dan tidak perlu diperdebatkan, ketika skenario panggung sandiwara sudah menskenariokan kita jadi penguasa ,ya jadilah.

 Kita juga tidak perlu ngotot untuk selalu menjadi penguasa, ketika memang skenario sudah selesai masa kekuasaan kita . untuk apa dipertahakan. Lepaskan saja.
Ketika kita pertahanakan yang ada hanya angkara murka. Melakukan praktek –praktek yang tidak terpuji untuk mmepertahakan kekuasaan. Membunuh karater lawan main, mencaci, memfitnah dengan cara-cara yang kotor  bahkan sampai dengan kekerasan fisik.
Nicky Astria - Panggung Sandiwara
Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Peran yang kocak bikin kita terbahak bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara

Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa kita bersandiwara 




Rabu, 13 April 2011

Lagu Untuk My Soulmate


Lagu ini saya persembahkan untuk istriku tercinta.Dengan penuh kesabaran dan kesederhanaan selalu setia mendampingi ku.Dengan ikhlas dan sabar melahirkan dan membesarkan anak-anakku.
spesial untuk my soulmate...
Reni khasana,S.Pd.Si

http://www.youtube.com/results?search_query=ungu+tercipta+untukku&aq=5

Jumat, 01 April 2011

Keluarga Kecilku

Catatan ini mengiringi tidurku didalah satu hotel berbintang 5 lima didaerah Jakarta barat. Tepatnya dihotel ibis mangga  dua Jakarta. Aku bisa kesasar di sini karena diajak temanku untuk menjadi event organizer untuk acara bintek anggota dewan dari daerah halmahera maluku .

Di kamar nomor 1006 aku dan temanku sedikit merebahkan diri untuk mengurangi kepenatan karena seharian mengurusi check in anggota dewan yang terhoramat.Dan disudut salah satu kamar aku menuliskan beberapa pikiranku.

Ups ternyata yang teringat adalah kelurga kecilku yang aku tinggal dua hari ini, aku teringat anak-anakku dan istriku yang salalu setia menemaniku nun jauh disana, disalah satu kota kecil di yogyakarta, yaitu di ponjong gunungkidul Yogyakarta.

Oya sebagai gamabaran aku sudah berkeluaga, istri 1 anak 2 (cowok sama cewek) . Nama istri reni khasana lahir di karangmojo gunungkidul dibesarkan gunungkidul, sempat kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan pendidikan matematika, sekarang mengamalkan ilmunya dengan menjadi pengajar di sekolah dasar islam terpadu didaerah wonosari gunungkidul.

 Aku menikah pada hari ahad  jam 06.00 dimasjid almahmudi tenggaran karangmojo gunungkidul pada tanggal 21 Oktober 2007 dengan mahar sperangkat alat sholat dan perhiasan cincin dan kalung sepuluh gram saya bayar tunai.

Dari Pernikahannku, allah memberikan amanah kepada kami dua orang putra dn putri. Yang anak pertama namanya Fahroza Fikri Mustafa, lahir 21 Juli 2008 di bidan bu Warti Wonosari Gunungkidul, sekarang telah sekolah di play group Permata bangsa Karangmojo.

Kemudian yang kedua cewek , namanya Raihanah Zahirah lahir 9 Januari 2010 , dibidan purwanti mitra selang wonosari .sekarang masih dirumah dan baru belajar berbicara dan berjalan.

Inilah gambaran sedikit tentang keluargaku, sedikit sebagai obat untuk rinduku bagi keluargaku, insyaallah dilain waktu saya akan menceritakan detail dari keluarga kecilku.

Rabu, 16 Maret 2011

Bekerja Saat Ini dengan Setting Ide Masa Depan

Tulisan ini sengaja kami buat untuk merefleksikan bagaimana sebuah pemikiran menjadi sebuah hal yang perlu dikedepankan untuk menrencanakan segala sesuatu. Dalam konteks ini baik disa dipandang sebagai representasi untuk organisasi sosial, organisasi politik atau organisasi bisnis, atau dalam konteks pengelolaan kekuasaan.

Sering banyak orang mnegeluh karena disaat menggeluti  organisasi muncul kejumutan, muncul kesan yang tertangkap hanya monoton saja. Melakukan hal teknis yang berulang-ulang.Hal ini sering jamak lumrah terjadi diobrolan kalangan aktifis organisasi.

Ketika menghadapi hal yang demikian perlu kita merefleksi apa yang telah kita lakukan.Perlu kita berehenti sejenak untuk meng evaluasi agenda-agenda yang kita lakukan.Bisa jadi ada salah dalam konsep awal kita bergerak, perlu ada penyegaran yang dilakukan.

Hal sperti ini bisa terjadi karena banyak faktor:
  1. Karena Subyek
Yang dimaksud disini subyek adalah pelaku organisasi tersebut, mungkin karena bosan, disorientasi dan kehilangan motivasi.jikalau problemnnya yang demikian treatmen dikembalikan kepada pribadi seseorang tersebut.
  1. Karena Lemahnya Visi
Dalam organisasi jika kita tidak memiliki cara pandang kedepan yang kuat tentang organisasi tersebut, kita bisa jadi terjebak pada rutinitas.Cara pandang akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan pewarisan regenerasi dari pengampu organisasi tersebut.

 Seyogianya sebuah organisasi memiliki blue print yang jelas yang berisi cita-cita dan strategi pentahapan dari cita-cita yang ingin dicapai dari organisasi tersebut. Hal ini perlu karena ini adalah rel yang dijadikan sebagai jalan untuk melewati lokomotif supaya bisa sampai tujuan.

Kadang membicarakan blue print memang agak sedikit teoritis dan bertele-tele dan kesannya tidak nyata. Tapi sesunggguhnya  ini adalah bagian hal yang sangat terpenting dari sebuah organisasi, jika ibarat sebuah bangunan blue print merupakan sebuah fondasi. Jika pondasinya kuat, bangunan akan dibuat sperti apapun akan kuat disangganya.

Blue print juga bisa digunakan sebagai acuan untuk mewariskan ide kita untuk generasi setelah kita, maksud kami dalam organisasi tentunya ada batas waktu pengabdiannya,tentunya setelah itu ada penyegaran dengan pergantian pengurus,dalam hal ini blue print bisa menjadi acuan untuk kepengurusan kedepan.

Sehingga dalam organisasi bolehlah kita melakukan aktifitas-aktifitas yang menjadi sebuah organisasi,tetapi aktifitas tersebut tentunya merupakan sebuah runtutan cerita dalam konteks kita mewujudkan cita-cita bersama yang akan diwujudkan melalui organisasi tersebut. Dan hal inilah yang menjadi motivasi untuk kita terus bergerak dan berjuang.
Dalam konteks ini maksud dari bekerja saat ini dengan setting ide masa depan perlu dijadikan sebagai sebuah acuan untuk mewujudkan cita –cita perjuangan kita,entah diorganisasi sosila, budaya,agama,bisnis, politik atau kekuasaan.


Minggu, 06 Maret 2011

Dialog di Gubug Pinggir Sawah

Suatu sore di jalan pinggir sawah didaerahku, aku sempatkan mampir digubuk yang menjadi jujugan (tempat persinggahan) bagi para petani penggarap sawah yang barusan selesai memanen padi dari sawahnya. Gubuk dipinggir sawah  tersebut memang sering digunakan banyak hal ,mulai dari tempat berteduh dari sengatan matahari dan guyuran hujan, untuk makan siang sambil minum teh panas, atau sekedar untuk leyeh-leyeh (santai-santai ) untuk melepas lelah setelah seharian menggarap sawah.

Gubuk Pinggir sawah juga digunakan sebagai sarana untuk bertukar pikiran antar petani , mulai dari pengalaman mengelola sawah, dari taman sampai panen , masalah social kemasyarakatan sampai hiruk pikuk politik serta kondisi yang terjadi yang mereka rasakan.

Saya mencoba untuk masuk dan mencoba untuk menjadi bagian dari mereka dengan bergabung untuk mendengar apa yang mereka diskusikan.

Petani I : Piye rego gabah saiki (gemana harga padi sekarang?)
Petani II:  yo lumayan saiki ana mundake. (ya lumayan ada kenaikan )
Petani II :Tapi saiki seng amblek rego kewan (sapi karo wedus ) mudhune akeh tenan.nek sapi per ekor iso 2 yuto nek wedus yo 200 ewu.(tapi harga hewan turun bamya, sapi harganya turun 2 juta kalau kambing 200 ribu)
Petani I : iyo je , mbuh ki, rego sapi ora  mung mudhun neng ganti rego.(iya,nggak tau ,harga sapi tidak hanya turun tapi ganti harga)
Petani II : jare rego kewan mudun tekne akeh kewan impor sing teko australia.(katanya harga hewan turun karena ada hewan impor dari australia)
Petani I : wah nek ngene terus awaedewe saya susah ki, sakjane kewan ki nggo celengan nyekolahke anak je.lha nek regane mudhun terus njuk piye, awake dewe bakalan ra iso myekolahke anak , nek kondisine ngene terus.(kalau kaya gini terus kita makin susah,kita nnati tidak bisa menyekolahkan anak karena hewan itu sebagia tabungan kita.)
Petani I : nek menurutmu piye mas pemerintah ki?(kalau menurutmu pemerintah gemana mas?)
Aku : nggeh nek menurut kulo,anten kebijakan pemerintah ingkang kedah di tata ulang terait dengan impor kewan . nek iso distop nek ra iso dibatasi dengan aturan yang ketat.supayane awake dewe niki dilindungi deneng pemerintah.lan pemerintah niku kudune men pro karo wong cilik kados awake dewe.(kalau menurut saya,ada kebijakan yang perlu ditinjau ulang tetnatng kebijakan impor hewan, supaya pemerntah melindungi rakyat)
Petani II : setuju aku mas,nek tak rasakke saiki pemerintah ki luwih berpihak karo wong sing nduwe duit, dadi sing sugih tambah sugik sing mlarat tambah mlarat.( setuju mas,kalu dirasakan pemerintah lebih berpihak dengan orang yang punya modal, jadi yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin)
Petani I : ditambah maneh saiki sing rame meneh neng koran presidene gek mumet ngatur partai-partai sing dadi mitra koalisine.gek-gek mengko gur sibuk ngatur partai mitra koalisi marakke lali mikir rakyate lan negarane.(ditambah lagi sekarang presidene baru disibukkan denga mengatur partai mitra koalisi, jangan-jnagan nanti disibukkan dengan mengatur mitra koalisi, lupa memperhatikan rakyat dan negaranya)
Petani II : padahal nek koyo awae dewe ki, mikire sederhana wae , arep koalisi apa ora terserah, sing penting pemerintah ki mikirke koyo awae dewe wong cilik iki,pendidikan murah, rego gabah apik, kerusuhan ora ono lan rego kewan yo apik koyo ndisik.(padahal kalau seperti kita ini, mikirnya sederhana saja.mau koalisi atau tidak terserah, yang penting pemerintah memikirkan kita ini,pendidikan murah,harga gabah baik,aman dan harga hewan bagus.)
Aku : setuju pak.
Petani I : saiki pemimpin ki wes do kelangan kupinge .(sekarang pemimpin itu sudah kehilangan telinganya)
Aku : maksude piye pak? (maksudnya?)
Petani I : dadi pemimpin ki saiki do ora nggunakke kupinge nggo ngrungokke keluhanne masyrakat neng kokoen omong. (jadi pemimpin itu kudune saiki banyak mendengar keluhan masyrakat tapi sekarang justru  banyak berbicara)
Aku : ya to.

Sepenggal dialog tersebut sessungguhnya mengambarkan kondisi yang terjadi dinegara kita, ada perbedaan  cara pandang yang sangat jauh antara penguasa dengan rakyat,ketika rakyat hanya menginginkan kehidupan yang aman, harga kebutuhan pokok bisa terjangkau, mencari pekerjaan mudah, kemudian petani di hargai, sementara elite penguasa berfikir tentang hal yang tidak masuk dipikiran rakyat.

Coba bayangkan apa hubungannya koalisi dengan harga sapi yang sekarang sedang ganti harga, apa hubungannya antara harga komoditas petani naik tetapi petani tidak menikmati kenaikkannya, karena harga komoditas naik itu dikalangan pedangan tetapi harga beli komoditas dari petani tetap rendah.

Inilah PR kita kedepan, ngapain sibuk-sibuk mikirin koalisi,dengan berfikir  siapa yang didepak dan siapa yang dimasukkan. Menteri dari partai apa yang nanti akan diganti atau ditukar posisi. Toh jika kebermanfaatnya hanya untuk elite belaka, sementara hal tersebut tidak merubah kesejahteraan bagi masyakarat indonesia.sudah saatnya kita bekerja dengan rakyat indonesia, bukan hanya mempertahankan citra.

Teriring sang surya yang tenggelam di batas cakrawala, dan gelap menyelimuti muka bumi dengan diiringi jangkrik yang berbunyi bersahutan, aku pulang dengan mengucapkan pamit kepada sahabat-sahabat petaniku sambil berjalan aku merenungkan hikmah dari pembicaraan yang tadi diobrolkan.