Hari ini 3 tahun yang lalu ada jiwa yang lahir . Hari ini sama seperti hari-hari biasa tidak istimewa karena tiada hari istimewa kecuali kita membuatnya istimewa.Banyka haknya yang mungkin yang belum kita tunaikan, belum kita penuhi. Tidak ada salahnya kalau kita jadikan hari ini istimewa untuknya.Sekedar ngangsur hutang kita yang tertumpuk tiap harinya.
Itu bunyi sms yang masuk pada hari rabu 20 juli 2011 jam 20.50 dari orang yang aku paling kenal. Sejenak aku berfikir dan mencerna sms yang aku terima, tentang maksud sms tersebut. Setelah 1 menit berlalu aku baru teringat bahwa besuk tanggal 21 Juli 2011 bertepatan dengan hari kelahiran anakkku sulung . Fahroza Fikri Mustafa , ternyata sudah genap tahun mas oza . Tepat 21 juli 2008 mas oza dilahirkan dan sekarang sudah 21 Juli 2011. Tak terasa 3 tahun waktu yang sangat cepat.
Selamt ulang tahun mas oza. semoga menjadi anak yang sholih dan bisa berguna untuk nusa dan agama.
Kamis, 21 Juli 2011
Minggu, 10 Juli 2011
Bertambah satu Usiamu
29 Tahun bukanlah waktu yang cepat .
29 Tahun memberikan banyak pelajaran
29 Tahun mengasah menjadikanku lebih matang
29 Tahun semakin menfokuskan pada pilihan hidup
29 Tahun menjadikanku pribadi yang lebih bertanggungjawab
29 Tahun semakin mengokohkan eksistensiku di masyarakat
29 Tahun merupakan momentum untuk menatap masa depan
29 Tahun menjadikan aku semakin bermakna dan berada
29 Tahun jalan hidup yang telah aku tempuh
29 Tahun sejarah pribadi telah aku catatkan
29 Tahun awal untuk menuliskan sejarah masa depan
29 Tahun Allah telah memberiku hidup dan rezeki
29 Tahun aku bersyukur padamu Ya Robbii....
Bertambah satu Usiamu semoga bermanfaat Untuk Semua
29 Tahun memberikan banyak pelajaran
29 Tahun mengasah menjadikanku lebih matang
29 Tahun semakin menfokuskan pada pilihan hidup
29 Tahun menjadikanku pribadi yang lebih bertanggungjawab
29 Tahun semakin mengokohkan eksistensiku di masyarakat
29 Tahun merupakan momentum untuk menatap masa depan
29 Tahun menjadikan aku semakin bermakna dan berada
29 Tahun jalan hidup yang telah aku tempuh
29 Tahun sejarah pribadi telah aku catatkan
29 Tahun awal untuk menuliskan sejarah masa depan
29 Tahun Allah telah memberiku hidup dan rezeki
29 Tahun aku bersyukur padamu Ya Robbii....
Bertambah satu Usiamu semoga bermanfaat Untuk Semua
Bertambah satu usiamu
ohh... semoga penuh warna
Semakin indah hatimu
Berikan cinta tuk semua
Kau telah tercipta
Sebagai insan istimewa
Tumbuh dalam jiwa
Terus bahagia dan raih cita
Syukur tuk yang kuasa
Atas beragam anugrah
Kusertakan doa
Panjang umur kasih berlimpah
Ikuti hidup yang mengalir
Dan reguklah hingga akhir
Kar'na dunia terus berubah
Jangan kau terlena dan goyah
Kau bertambah
Song : KLa Project
Sabtu, 02 Juli 2011
Peran Sosial Kader Dakwah
Dalam konsepsi dakwah yang dibangun para kiyadah yang sudah termanhaj, bahwa didalam perkembangan dawah dibuat dengan cara pentahapan.Artinya untuk didalam mewujudkan cita-cita yang telah diamanahkan dalam jamaah perlu ada langkah yang terstruktur dan memiliki tahap yang jelas. Hal ini ini untuk memudahkan pola pergerakan dakwah beserta penataannya serta ada alat indicator yang jelas terhadap capain dakwah yang sudah tercapai jika ada proses evaluasi didalam perjalanan dakwah itu sendiri.
Didalam buku risalah pergerakan ada 4 mihwar yang ada didalam manhaj dakwah harokah kita. Keempat mihwar itu adalah mihwar tanzimi. Mihwar tandizimi merupak fase paling awal didalam gerakan dakwh kita. Dalam fase awal gerakan dakwah itu sendiri titik tekan gerakan dakwah ditekankan pada fase pembinaan atau takwiniyah. Jadi orientasi gerakan dakwah bergerak untuk banyak melakukan perekrutan dan pembinaan. Dalam fase awal ini al akh lebih ditekankan untuk banyak membentuk halaqoh-halaqoh untuk membina kader-kadernya.
Masa mihwar tandzimi ampir tidak ada aktifitas social yang dilakukan untuk sekedar syiar-syiar fikroh dakwah kita atau sekedar memunculkan kader untuk bisa dikenal dimasyarakat atau memunculkan wajihah dakwah yang bisa dikenal masyarakat. Masa mihwar tandizimi gerakan dakwah masih bersifat sirriyah (tersembunyi) dan kesan eksklusifnya sangat kental karena fase yang dijalani adalah lebih penekanan pada pembinaan
Kemudian setelah mihwar tandzimi dirasa oleh jamaah kuat dengan indicator banyaknya kader yang terekrut banyak dan memiliki kepemahaman yang lurus terhadapa aqidah, kesholihan pribadi yang kuat, saatnya kemudian kader yang telah sholih secara pribadi mencoba mendakwahkan kepada masyarakat supaya kesholihan pribadi tersebut menjadi kesholihan social.
Dalam hal mengkomunikasikan kesholiah pribadi menjadi kesholiah social tentunya dibutukan mediasi untuk mentransfer kesholiahan pribadi menjadi kesholihan social. Pada masa tersebut ihkwah tentunya membentuk sarana –sarana dakwah yang bisa mengkomunikasikan fikroh-fikroh dakwah kepada masyarakat. Maka pada masa ini banyka sekali dibuat lembaga-lembaga dakwah mulai dari yang bergerak dibidang social keagamaan untuk menyerukan fikroh dakwah.
Ketika dakwah sudah menjelma nemjadi lembaga-lembaga yang muncul dimasyarakat maka fase dakwah mulai berkembang yaitu dari mihwar tandzimi menjadi mikhwar sya’bi. Mihwar sya’bi adalah perkembangan tahapan dakwah untuk lebih mengenalkan fikroh-fikroh dakwah kepada masyarakat melalui lembaga – lembaga yang diciptakan.
Setiap perkembangan mihkwar tentunya biikuti dengan pola perilaku kader yang mengerakkan dakwah itu sendiri. Seorang al akh tidak hanya sekedar bisa membentuk sebanyak-banykanya halaqoh tetapi kader juga diminta untuk bisa berperan serta didalam masyarakat.Sisi ekskulisif yang mendominasi didalam mikhawar tandzimi dikuarngi karena sebuah tuntuu=tan terhadap dakwah itu sendiri kita diminta utuk berbaur dengan masyarakat selaku onyek dakwah. Sehingga tuntutan yang ada dikader juag semakakin besar.Tuntutan untuk melakukan proses penkaderan dengan menghidupkan halaqoh-haloqoh disisi lain kader kader diminta untuk berperan dimasyarakat sebagai sarana penokohan dan penyebaran fikroh.
Mikhwar syabi memberikan ruang kepada kita untuk beraktualisasi dan bermasyarakat,ada bebrapa hal yang bisa kami ceritakan terkait aktifitas social yang dilakukan penulis didala melakukan rekayasa social didalam menumbuhkan basis social dimasyarakat.
Belum banyak hal yang dilakukan penulis didalam melakukan proses rekayasa social dimasyarakat,tetapi ini adalah sebuah proses yang perlu selalu ditumbuhkan dan selalu disuport.Baik kita coba mulai dari kehidupan social paling mikro yang menentukan pondasi rekayasa social yaitu keluarga.Menjadi kepala keluarga yang mandiri merapakan proses rekayasa social yang mendasar yang menentukan langkah kedepannya.Ketika ada kemandirian secara financial dan domisili sangat berpengaruh pondasi rekayasa social.
Kemudian rekayasa social yang juga kami terima adalah banyaknya amanah yang diberikan penulis dari masyarakat, mulai dari pengelola tim pembangunan dusun saapai pengelolaan trah keluarga,dan melakukan aktifitas pembinaan pengajian dibarbagai daerah ampuan dakwah.
Belum banyak yang bisa kami lakukan tapi kami percaya bahwa semua membutuhkan sebuah proses yang panjang dan kita bersabar untuk menjalani langkah demi langkah yang perlu kita jalani untuk menuju rekayasa social yang kita inginkan .Ketika mikhawar sya’bi ini bisa kita lalui dan respon masyarakat baik dan menddukung maka ketika kita melangkah ke mihwar siyasi dan mikhar dauly akan mendapatkan kemudahan.
Selasa, 21 Juni 2011
TIPS MENJADI TRAINER
Ada yang perlu diperhatikan jika kita menjadi seorang trainer(pelatih) . Fungsi trainer bukan seperti seorang pelatih, tetapi menjadi fasilitator yang baik dalam mengelola forum . Baik forum besar ataupau kecil yang melibatkan masyarakat.
1. Suara Perlu di perhatikan.
suara berpengaruh terhadap audience terutama untuk keras dan lunaknya penyampaian.
2. Pandangan Tidak Merata
Tips untuk menjadi trainer ketika bertemu dengan audience yang perlu dilakukan adalah melihat keseluruh
audience.
3. Jangan Monoton
tidak ada inprovisasi
4. Intonasi
5. Bahasa Tubuh
6. Jangan Terburu-buru
7. Suasana Hati
8. Lingkungan yang Mendukung.
9. Penguasaan Materi
10. Banyak Gerak
1. Suara Perlu di perhatikan.
suara berpengaruh terhadap audience terutama untuk keras dan lunaknya penyampaian.
2. Pandangan Tidak Merata
Tips untuk menjadi trainer ketika bertemu dengan audience yang perlu dilakukan adalah melihat keseluruh
audience.
3. Jangan Monoton
tidak ada inprovisasi
4. Intonasi
5. Bahasa Tubuh
6. Jangan Terburu-buru
7. Suasana Hati
8. Lingkungan yang Mendukung.
9. Penguasaan Materi
10. Banyak Gerak
Selasa, 14 Juni 2011
Kesuksesan
Dalam sebuah diskusi yang dilakukan beberapa teman-teman, sambil terhidang teh manis dan aneka cemilannya. Ada hal yang menarik yang perlu dicoba ditulis ulang untuk diabadikan dalam sebuah narasi-narasi singkat yang mungkin bisa bermanfaaat.
Diskusi yang dilakukan beberapa teman mengangkat tentang sukses. Sebuah kata-kata yang sering kita dengar dan menjadi pembicaraan.Membicarakan makna sukses biasanya yang menjadi sebuah parameter adalah benda dan karir . Saya sukses karena saya busah bisa membeli deposito sekian ratus juta atau sekian miliar atau usahanya telah berdiri beberapa cabang diberbagai kota. Saya sukses karena sudah memiliki rumah dan mobil. Saya sukses ketika sudah menjabat posisi manajer atau jabatan politis, misalkan anggota dewan ,lurah, bupati, gubernur atau presiden.
Tapi ada teman yang nyeletuk juga, sukses itu ketika aku sudah bisa menunaikan rukun Islam yang ke - 5 yaitu naik haji, ada juga yang menyampaikan bahwa sukses itu ketika anakku sudah 5 dan semua sudah bisa selesai kuliahnya.
Wajar orang menggunakan parameter sukses dengan capaian kuantitatif dan yang langsung bisa dilihat.Karena tersebut nyata dan terlihat . Tapi ada satu hal bisa kita cermati bersama bahwa parameter sukses itu berubah-ubah tergantung dari sudut pandang dan pola pikir dari pribadi masing-masing. Dan ini menjadi sebuah keberagaman yang menjadi sebuah keniscayaan didalam hidup ini.Sebuah nilai keberagamaan dalam pandangan dan pemikiran yang membuat hidup ini menjadi lebih berwarna, bermakna dan menjadikan hidup ini menjadi lebih hidup.
Senin, 13 Juni 2011
Masih Ada Langit
Pesan yang disampaikan oleh orang-orang yang pinter, orang tua dan guru-guru adalah bahwa diatas langit masih ada langit. Pesan ini mungkin singkat secara bahasa tapi panjang dan dalam dalam artian makna. Ketika kita bisa memahami maknanya mengandung pelajaran yang sangat mendalam. minimal sebagai berikut:
1. Sebagai manusia kita diminta untuk tidak mengandalkan kedudukan yang sekarang kita jabat. jadi tidak aji mumpung.karena setiap yang kita jabat ada yang mengawasi,ada yang memonitoring amanah yang kita miliki. Jika kita jadi dukuh yang mengawasi lurahnya, jika kita jadi lurah yang mengawasi bupatinya, jika kita jadi bupati yang mengawasi gubernurnya, jika kita jadi gubernur yang mengawasi presidennya, jika kita jadi presiden yang mengawasi rakyatnya.
2. Langit itu tidak jelas batasnya, jadi langit adalah sebuah kesepakatan, atau dengan kata lain langit adalah batas pandang dari manusia, jadi ini relatif dan setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda - beda . Hal ini dikandung maksud bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini hanya fatamorgana semua serba semu dan hanya sesaat. Tidak ada yang abadi didunia ini. Ketika kita mengetahui bahwa hidup ini hanya fatamorgana maka kita seyogyanya bahwa hidup yang fatamorgana ini jangan sampai mengalahkan yang abadi . Jadi orioentasi yang fatamorgana ini kita jadikan pijakan untuk meraih yang abadi. Jangan sampai yang fatamorgana mengalahkan yang abadi. Dan jelas yang abadi adalah akhirat nanti.
Selasa, 07 Juni 2011
TAMU AGUNG
TAMU AGUNG
| keluargaku |
Tepat pada tanggal 18 April 2011 pukul 8.45 keluarga mendapatkan tamu agung. Tamu agung yang telah ditunggu dan dipersiapkan jauh –jauh hari. Tepatnya 9 bulan kami sekeluarga menunggu menyipakan kedatangan tamu agung tersebut. Ya hari yang melelahkan. Tapi alhamdulilah dengan kesabaran dan ketulusan tamu agung tersebut sudah hadir dihadapan kami sekeluarga.
Akhirnya hari yang ditentukan datang juga , kebetulan kami hanya berdua yang menyambut tamu agung tersebut.tepatnya di tempat klinik Bidan ibu Suwarti Selang Wonosari. Setelah sempat menunggu 8,5 jam tempat bidan ibu warti akhirnya tamunya datang juga.
Tamunya dengan ciri-ciri sebagi berikut: secara fisik perempuan,berat 2.9 kg , tinggi 49 cm dengan wajah bulat berkulit kuning langsat, berambut lurus dan pada waktu datang. Subhanalllah nangisnya kenceng banget dan kami sambut dengan lantunan takbir memuji kebesaran allah.
Setelah menunggu kurang lebih 8 jam tamu kecil tersebut baru bisa diajak pulang kerumah kami. Dirumah tamu tersebut disambut oleh keluargaku yang lain : oza, ira simbahnnya dan tetangga tetangga yang lain ,
Setelah satu minggu tinggal dirumahku, tamu kecil tersebut kami beri nama ghaida hanin yang artinya kurang lebih anak perempuan yang anggun dan berhati lembut, kami potongkan 1 ekor kambing untuk disate, digulai dan ditongseng dan dibagikan kepada tetangga, dan handai taulan.
Akhirnya tamu agung tersebut menjadi keluarga kecilku. Menemani oza, ira dan kami berdua . besar harapankku untuk anakku yang ketiga ini . Semoga bisa menghiasi rumah kami dengan celoteh dan tawanya. Dan bisa mengharumkan nama keluarganya dan bisa berguna bagi semua.
Langganan:
Postingan (Atom)